Showing posts with label SMA 1 Martapura. Show all posts
Showing posts with label SMA 1 Martapura. Show all posts

Sunday, September 23, 2012

Resensi Novel Teenlit: Honey Money - Debbie


Cowok Tajir? Matre? Ups....
Oleh: Shabrina Khamista


Judul: Honey Money
Pengarang: Debbie
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2010
Harga: Rp.37.500,-
Tebal/jumlah halaman: 248 halaman
Ilustrator: yustisea.satyalim@gmail.com

   Debbie baru kelas satu SMA saat dia menulis novel pertamanya. Dan sekarang, dia sedang menimba ilmu di Universitas Tarumanegara. Dikelilingi oleh keluarga besar dan sahabat-sahabatnya, hidup gadis kelahiran 15 Mei 1989 ini selalu dipenuhi cinta. Passion hidup Debbie adalah belanja, berburu barang murah, makan martabak keju, pai buah, dan frappucino Starbucks tanpa merasa bersalah, menyanyi dan menari walau belum tentu bagus, serta berkumpul dengan teman-teman dan saudara-saudaranya. Terutama dari Komosi Remaja GKI Muara Karang. Ia juga masih gemar bermain gitar, kecuali kalau centilnya sedang kumat dan ia tak mau kuku hasil manikurnya rusak. Novel favoritnya sampai sekarang ini masih Harry Potter, sekarang ditambah serial Shopaholic dan Twiligh. Kecintaannya akan Disney, impiannya untuk bertemu Prince Charming dan hidup bahagia selamanya masih belum pudar. Mendapat beasiswa keluar negeri dan keliling dunia sebelum umurnya 30 tahun adalah ambisinya.
   Teenlit ini menceritakan seorang cewek yang bernama Prity Diana atau yang akrab dipanggil Dee. Dia adalah seorang remaja kelas XII IPA SMA Permata yang sudah bosan berpacaran dengan cowok yang ‘biasa – biasa aja’ seperti mantannya, Elbert. tipe cowok baik-baik—pinter, rajin, jarang keluar—dan yang tak punya kendaraan sendiri. Nah, setelah Elbert lulus dan kuliah di Yogyakarta, saatnya Dee bebas, dan memulai ‘pencarian cowok tajir’-nya. Dia bertekad untuk mencari pacar dengan kriteria: tajir, punya mobil keren, tinggi dan romantis. Dia hanya seorang anak tunggal dari ayah yang bekerja sebagai karyawan pemasaran dan ibunya yang bekerja di salah satu pabrik biskuit. Dia memiliki tetangga sekaligus sahabat kecilnya yang bernama Stefan. Ayahnya Stefan, Om Hermawan begitu getol menjodohkannya dengan anaknya sehingga membuatnya merasa terganggu. 
   Di sekolah, Dee termasuk anak yang pintar dan ceria. Ia memiliki 2 orang sahabat cewek, yaitu Sandra dan Liana. Dee juga berteman akrab dengan Tutut dan Anthony. Diam-diam, Dee naksir dengan Tommy, salah satu teman seangkatannya. Ia senang sekali saat dipasangkan dengan Tommy menjadi salah satu crew di acara sekolahnya. 
   Akhirnya Disaat ulang tahun Ane, salah satu teman kelasnya, Dee berkenalan dengan sepupu temannya itu yang bernama Rendy Alexander yang terlihat menawan, tinggi, keren, tajir, pendidikan ‘bagus’ (kuliah di UI yang pasti mahal), punya mobil Altis, lulusan SMA Cahaya Harapan yang terkenal dengan murid-muridnya yang berdompet tebal. Dari situ bisa disimpulkan, Rendy sangat kaya raya. Sejak awal, Dee sudah naksir dengan Rendy. 
Bahagia untuk Dee, karena pertemuan itu nggak sampai di situ aja. Rendy datang ke sekolahnya untuk menonton Permata Cup, sering mengajaknya jalan-jalan, hingga suatu hari Rendy mengganti panggilan ‘gue-elo’ dengan ‘aku-kamu’—yang pasti bikin cewek manapun berharap lebih!

Kejadian membahagiakan nggak cuma sampai di situ. Akhirnya, ia resmi menjadi pacarnya Rendy. Bahkan berkenalan dengan keluarganya, termasuk tante Deviana, ibu tiri Rendy. Lama kelamaan pun, Dee mulai merasakan, bahwa cintanya untuk Rendy adalah tulus. Mengesampingkan fakta bahwa cowok itu tajir, seperti kriteria yang diinginkannya selama ini, Dee perlahan menyayangi cowok itu.

Tapi, yang namanya roda kehidupan, nggak selalu ada di atas. Ada kalanya berada di bawah. Setelah semua kejadian manis yang bikin Dee bagai melayang ke awan, ia harus dihempaskan ke tanah saat dihadapi pada sebuah kenyataan tentang Rendy. Sepupunya, Steffani menceritakan sahabatnya sekaligus mantan Rendy, Mitzy yang udah diperas sama Rendy dengan membelikannya stik billyard yang mahal. Suatu hari juga, sahabat kecilnya Stefan mengajaknya ke suatu tempat yang ternyata adalah lokasi rumah duka ibu tiri Rendy. Disana dia bertemu dengan ibu kandung Rendy, tante Nadia. Tante Nadia menceritakan masa lalu keluarga Rendy dengan Dee dan semakin memperkuat kenyataan Rendy itu matrealistis.
Dee mau nggak mau harus bertahan, mempercayai Rendy sepenuhnya. Apalagi ketika dirasanya, cintanya untuk Rendy sudah tumbuh dan membesar dengan tulus, mengesampingkan mimpi Dee berpacaran dengan cowok tajir. Namun, pergulatan batin yang terjadi didalam diri Dee membuat Dee tak bisa bertahan. Dia berniat mengundang Rendy ke pesta ulang tahunnya. Di hari ulang tahunnya, ternyata Rendy sama sekali tak datang dan membuatnya bertekad untuk tidak menemuinya lagi. 
   Selesai pesta, dia mendapatkan telepon dari Rendy. Ternyata, Rendy menelponnya hanya untuk memintanya putus. Akhirnya mereka pun putus. Pelan – pelan, Dee mulai menerima kehadiran Stefan didalam hidupnya. Dia pun memilih untuk kuliah di Singapura mengambil jurusan psikologi. Beberapa jam sebelum kepergian Dee ke Singapura, Dee akhirnya tahu bahwa selama ini Stefan mendekatinya hanya untuk mengambil kekayaannya karena ayah Dee merupakan pemilik perusahaan kartu ucapan ‘Crown’ dari ibunya. Dia pun, menemukan kejutan di iPod miliknya karena didalamnya ada video pendek dari Rendy. Akhirnya, Dee pun kembali bersama Rendy.
   Cerita yang bertemakan kehidupan keseharian remaja SMA ini Gaya bahasa dan alurnya mengalir sehingga enak dibaca. Sebagai tambahan, terdapat dua ilustrasi dalam yang dibuat oleh Sandra Puspita K., satu tentang rencana makeover Dee (halaman 16), dan satu lagi merupakan rancangan gaun pesta sweet seventeen Dee (hal. 153). Di samping itu, penggunaan petikan lirik lagu sebagai judul chapter juga bagus. Sepertinya, Debbie sudah merancang betul bagian lirik mana yang akan ia gunakan untuk dijadikan judul bab, dan hasilnya, petikan itu benar-benar menggambarkan esensi dari bab. Misalnya bab delapan (hal. 116). Bab itu menceritakan saat Dee diberi tahu bahwa Rendy adalah cowok matre, dan Debbie sang pengarang menggunakan lirik ini: "Now I know that you're not my fairy tale" yang merupakan sitiran lagu When There was Me and You (ada penjelasannya di setiap bab, btw, jadi saya bukanlah berpengatahuan luas). Bab 12 (hal, 180) juga; saat Debbie mengadakan acara perpisahan di Bali bersama teman-temannya, Debbie menyitir lirik That's What Friends are For dari Stevie Wonder : "Knowing you can always count on me, for sure. That's what friens are for.". Selain itu deskripsinya juga begitu detail. Saya selalu beranggapan bahwa deskripsi yang bagus adalah yang memuat specificity, dan saya menemukan itu di novel ini. Debbie dengan eksplisit menyebutkan berbagai jenis lokasi, toko, merek barang, lagu, adegan buku atau film, dan bahkan menu makanan. dengan alokasi halaman yang sebejibun itu, Debbie sukses membangun konflik. Dinamika konflik juga dibarengi dengan berbagai kejadian (alur), jadi tak monoton. Alurnya pun tak melompat – lompat sehingga pembaca tak bingung dalam membacanya.
   Sayangnya, novel ini sepertinya terlalu mendiskreditkan jurusan IPS. Bukan masalah besar sebenarnya, tapi tetap saja ada perasaan tidak enak hati saat membacanya. Huruf didalam novel pun terkesan kecil sehingga dapat membuat mata mudah capai.
   Walau novel ini masih memiliki beberapa kekurangan, tetapi novel ini memang pantas dimiliki dan dinikmati terutama oleh remaja – remaja yang hobi membaca novel seperti ini. Novel ini sungguh menarik dan yang pasti anda tak akan menyesal karena sudah membacanya.



Resensator

Wednesday, April 13, 2011

Nano - Nano SIXTEEN! (asem, manis, PAHIT!!)

Happy birthday buat aku.
Sweet sixteen yang gak sweet sweet banget. hehe.... aku bikin post ini ditengah tengah nungguin acc fb aku yang kedua yang sialnya dikunci sama si Mark Zuckerberg itu-____-. Well, aku gak tau ini ulang tahun yang menyenangkan atau gak. Karena ulang tahun kali ini emang penuh derai mata....

Tanggal 12 April 2011...
Eyang dateng sore jam setengah 4. Tadinya papa sama aku mau jemput eyang yang di bandara tapi ternyata eyang malah naik taksi sendiri dan akhirnya selamat sampe ditujuan. Jujur aki gak tau gimana mau nge ekspresiin semuanya. Eyang dateng itu antara senang dan sedih. Aku seneng karena akhirnya bisa ngeliat muka eyang lagi secara dekat. Sedihnya karena aku jadi inget kisah kisah yang terjadi sebelum hari ini. Kisah PEDIH sebelum hari ini. PILU :'). Eyang ngasih kado buat aku. kadonya buku "Anak Penjinak Angin", Jam tangan hitam, kalung pasangan dan sepatu adidas warna putih emas. habis itu, menjelang maghrib kami di antar ke hotel baru, GUEST HOUSE. Malamnya kami baru di jemput lagi sama papa, mama dan detara. Papa sama mama ngajak makan malam soto Banjar yang khas sini di rumah makan "BASUN". Jauh lebih enak daripada di "ANANG" situ. Abis itu kita kembali kehotel. THANKS FOR THE BEAUTIFUL DINE :'). Malamnya, aku dan eyang cerita banyaaaaaaak banget :) sambil twitteran. Haha...., BEAUTIFUL NIGHT.

Tanggal 13 April 2011... 
Happy birthday to me... okay, hari ini hari pertama aku 16 tahun. THANKS GOD! :'). Pagi itu yang pertama kali ngucapin "Happy Birthday" itu eyang yang ada di depanku. Tentu aku seneng banget. Tapi, kayaknya perayaan itu harus digeser karena aku harus masuk sekolah! Langsung aja deh aku mandi pake air anget, pake seragam sekolah dan akhirnya nunggu sarapan jam 7 pas. Aku sarapan berdua bareng eyang sekalian menyusun rencana hari ini. dan aku pikir hari ini pulang jam 10. ternyata jam 12. Gak ada yang spesial pas di sekolah kecuali temen temen yang ketipu sama Laili dan Bu Suparti yang ngucapin "Selamat Ulang Tahun". Makasih Ibu :'). Pulangnya, aku kabur dari jam nyapu bareng Khulud dan Desi. Desi di jemput duluan, jadinya aku nungguin Khulud. Aku ngobrol gak penting sama si Khulud hehe, sampe dia dijemput dan aku pulang naik angkot. Aku pulang ke rumah. Ganti baju, makan baru diajak eyang balik. Sebelumnya, eyang ngajak makan di soto "ANANG" baru kami naik angkot ke hotel. Jam setengah 4, kami baru dijemput dan pergi ke pantai pribadi. Pas nyampenya udah jam 6 dan hampir gelap gulita. Kami cuma sebentar aja disana soalnya abis itu pulang. Kami nyampe dirumah jam setengah 12. Wah, ngantuk banget! THANKS FOR THE BEAUTIFUL NITE :').

Tanggal 14 April 2011...
Ini hari terakhir eyang di kalsel. Sama sekali gak ada plan buat hari ini. Dan untungnya juga sekolah aku libur. Aku sama eyang bisa tidur sampe siang. Bahkan eyang masih males malesan sampe jam 9. Karena eyang tau aku bosan, eyang ngajak aku ke pasar buat makan. Nah, kebetulan di pasar kami ketemu makanan yang gak pake saos merah. Akhirnya kami mesan 1 udang, 2 porsi patin + lalapan dan 1 mangkok keong :). Eyang gasuka keongnya, jadinya aku yang makan walau gak abis juga. haha.... Abis itu kami keliling pasar dan ketemu gerobak yang ngejual amplang yang enak dan akhirnya eyang borong 6 plastik. Langsung deh kita balik ke hotel, pengen ngadem. Nah, di hotel aku cerita lagi sama eyang ini itu. Eyang nyuruh aku renungin semuanya, "Boleh nyari duit yang banyak. Tapi, itu semua gak bikin kita bahagia, karena bahagia itu bukan dari harta. Tapi dari sini," (nunjuk dada). Dalam hatiku aku mengiyakan perkataan eyang. Bener banget. Percuma banyak duit tapi gak dapet perhatian. Lagi lagi air mataku jatuh ngerenungin ini semua. Ini semua bukan keinginanku. Abis itu, eyang ngepacking barang sedangkan aku foto foto berusaha ngilangin luka di hati. Agak ampuh buat orang yang narsis kayak aku. hehe.... Jam 1 siang, papa ngejemput buat check out dari hotel. Kami balik ke rumah walau aku masih pengen ngadem sama ac lagi. hehe.... Sampe rumah aku ngenet sekalian buka kado dari Mba Indie yang ternyata lampu tidur yang bisa muter eh tapi, rusak! Ya udah mbak Indie janji mau balikin. Terus, aku lanjutin ngenet sampe akhirnya jam 5. Papa tutup toko dan kami semua nganter eyang ke bandara. Karena aku ngambek, aku minta dunkin donnut dan dibeliin. Eh pulangnya de Tara minta soto banjar "BASUN" dan papa sama mama mau beli tv di "UFO". Pulangnya, mba Indie sms, mau ngajak nuker kadonya. Ya udah aku pulangnya langsung mandi dan siap siap baru sms mba Indie. Kami ke Sherina yang ada di simpang empat. Masih yang lampu tidur cantiiik banget. THANKS MBA' INDIE :').

Ramalan:



Your Personality Motivator Card
Like your Astrological Sign, you have a Tarot Trump (Major Arcana) card that is assigned to you for life according to your birth date. This life card describes who you are to the outside world, your tendencies, personality type, potential, challenges, motivations, expectations, or how others may see you. We refer to it as your Personality Motivator Card (PMC).

(Upright) You may take your responsibilities, obligations, or commitments very seriously and command respect, if not a bit of fear. A desire to protect, mentor, and support those you love could cause stress, keep you from being spontaneous, or reflect outdated beliefs about men and women. You may have little tolerance for frivolous activities, believing you need to be the solid, dependable one, and while fatherhood or single-parenthood may agree with you, a tendency to be too aggressive, strict, or overly indulgent could keep you from enjoying those under your care or roof. It is not a sign of weakness to show your feelings or fears. Lighten up once in a while; you don't have to shoulder the burden alone.

(Reversed) Issues of control, power, lust, or pride could cause you to misuse your position, make excuses, indulge selfish urges, or avoid obligations. Being unavailable, distant, or unsupportive is a powerful, but negative influence, and has consequences on those who rely on you. You might have been taught that to show emotion or let your guard down is to be weak, or that the only way to get respect, or be "King of the Castle" is through intimidation, fear, or violence. This is a mistake, for you have the potential to protect, mentor, or have a lasting impact on others, and if you get beyond your own ego, loss, or insecurities, or accept your own father's shortcomings, you can turn things around. It's not too late.

Emperor
 
Your Annual Development Card
Your growth and development cards for the current year and your lifetime describe some of the positive and negative influences, possibilities, issues, or even people with whom you may come in contact, or that could have an effect on you throughout the course of each year. We call these your Annual Development Cards (ADCs).

(Upright) This year you may have the ability to see things from various points of view, or to consider what others think or want before making a decision or passing judgment, but your empathy could lead to issues with motivation, sincerity, or commitment. Being indecisive, overly agreeable, or unsure might come from not wanting to hurt other people's feelings, or from trying to please everyone, and you might act like a martyr or make sure that everyone else is aware of your sacrifices. Over the course of this year, you could have a tendency to worry too much about what other people think, pretend to be a "goody-goody," or be afraid to make waves, causing you to justify going along with the prescribed beliefs or behaviors in order to avoid having an opinion or taking responsibility for you choices.

(Reversed) This year could find you unwilling to see another person's point of view, but you may also refuse to go along just because of what others might think, or, when unavoidable, cop an attitude, roll your eyes, turn, and smile. You may become quite opinionated, stubborn, and lack pretense, but thriving on confrontation, your ego could cause you to be inflexible, rigid, or lack the willingness to compromise, or sacrifice any ground. You'll want what you want, and may resort to false flattery, deceit, disguise, feigned empathy, or play the innocent to get your way. Compassion or developing communication skills can enable you to get what you desire without trickery, so this year, learn to stand up for what you believe in, and think for yourself.


Hanged Man
 
Your Life Lesson Card
Your Life Lesson Card (LLC) suggests possible opportunities, obstacles, challenges or influences that may repeat themselves or develop into patterns over the course of your lifetime. The lessons are often presented in phases or cycles at various levels of experience, and depending upon your faith, they can sometimes represent a purpose for this incarnation. View this card in relation to your PMC and ADCs in order to gain insight on how to best integrate these lessons into your life for maximum personal growth, happiness, or achievement.

Friday, August 27, 2010

hello!!! blog!! aku kangen! xD...
Belakangan ini aku sibuk banget!! kangen! jadi ga sempet ngetik di blog lagi deh!!! :)
sekarang aku jadi anak SMA!!! :D
yah, walau bukan SMA yang kuinginkan, tapi tetep SBI dong :))... sekarang aku masuk SMAMA atau SMA NEGERI 1 Martapura :).
tadinya sih aku agak kecewa aku cuma bisa masuk smama... jauh dari apa yang ada dipikiranku. dipikiran awalku sih, "GIMANA TAMPANGKU MEMAKAI JILBAB?" asli aku ga bisa ngebayangin gimana aku nanti pake jilbab sehari hari... tapi itu dulu :D.
SEKARANG..., aku udah bisa masang jilbab sendiri.. awalnya sih emang acak adul.. ahahaha :D wajar sajalah, HARAP DIMAKLUMI karena SMP saya jarang pake jilbab ..! hari Sabtu saja yang wajib jilbab saya lepas. wakakak.. (TAK PATUT DICONTOH SAUDARA SAUDARA).
Di SMA, aku dapet temen baru dong! (yaiyalah!!) ada juga sih dari SPENSA BJB, tapi dikiiiiiiit :D. mana aku sendirian yang dari SPENSA BJB lagi ._. aku sendirian di X-4.. hiks.... -________-"
dikelas tuh asik asik, cowoknya ada yang ganteng juga loh... si anu ganteng , si itu pinter, (anu? itu?)
yang dari spensa kebanyakan di 10.1 deh -__-" hua hua aku iriiiii... (lho?)
zizah sama desi di 10.1, sedangkan eka di 10.6...


hem, hem bagaimana kah saya nanti?? liat saja -___-"

Saturday, April 24, 2010

SMAMA oh SMAMAAAA ... :p

Hari ini aku daftar Smama (SMA 1 mtp), nilainya dikit lagi nyampe :( semoga aja masuk cadangan and bisa tetep masuk kesana. karena aku kesana untuk mengejar cinta seseorang kalo benar dia mencintaiku :). amiiin :D 
Selain hal itu, aku juga mau mengejar impian ku main sepak bola ke brazil (loh? captain tsubasa dong?!) aku cuma mau mengejar impian ku melanjutkan sekolah ke Australia!! amin...
Aku sekolah di SMAMA juga karena aku pengen jauh jauh dari yang namanya Farid. sekali lagi, FARID!! telinga gue sampai budeg tiap hari di sorakin mulu kayak gitu. aku ga suka sama dia. aku cuma suka orang yang lagi kukejar sekarang ini :). semoga dia mau menerimaku apa adanya :).
Mamaku juga nyuruh aku sekolah di SMAMA karena satu hal : supaya aku kurus. karena jalan kaki terus, kan tinggal nyebrang aja kata Mama. =.=" kejam amat yak jadi ibu. huhuhu :'( tapi ga apa apalaah..., demi orang yang kusuka, aku rela kok :).
Mr.Anas, guru private ku juga nyuruh aku masuk SMAMA aja. katanya, kalo aku masuk SMAMA, aku bakalan diajarin jadi thebatter (bener ga sih, tulisannya?). ya itu bisa ningkatin kemampuan bahasa inggris aku sebagai bekal masa depan bangsa (janji siswa ini, mah!), sebagai masa depan aku kuliah (insya allah) di Australia nanti. amin!!
Yah, teman temanku banyak yang di SMANSA sih, tapi hatiku tetep di SMAMA. Selain pengen nyari suasana baru, teman baru, lembar baru, gebetan baru, pacar baru, tetep hatiku sama dia kok :'). tadi, pas pendaftaran aku ngeliat beberapa teman SD aku. mukanya sih, familiar. banget, malah. tapi aku malah lupa siapa aja mereka. kami sempat juga liat liat-an. hehehe..., maaf ya teman :).
Hehe..., bye :) teman ...



Hi! Thanks to visit my blog :)

http://www.emocutez.com

Thanks!


Showing posts with label SMA 1 Martapura. Show all posts
Showing posts with label SMA 1 Martapura. Show all posts

Sunday, September 23, 2012

Resensi Novel Teenlit: Honey Money - Debbie


Cowok Tajir? Matre? Ups....
Oleh: Shabrina Khamista


Judul: Honey Money
Pengarang: Debbie
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2010
Harga: Rp.37.500,-
Tebal/jumlah halaman: 248 halaman
Ilustrator: yustisea.satyalim@gmail.com

   Debbie baru kelas satu SMA saat dia menulis novel pertamanya. Dan sekarang, dia sedang menimba ilmu di Universitas Tarumanegara. Dikelilingi oleh keluarga besar dan sahabat-sahabatnya, hidup gadis kelahiran 15 Mei 1989 ini selalu dipenuhi cinta. Passion hidup Debbie adalah belanja, berburu barang murah, makan martabak keju, pai buah, dan frappucino Starbucks tanpa merasa bersalah, menyanyi dan menari walau belum tentu bagus, serta berkumpul dengan teman-teman dan saudara-saudaranya. Terutama dari Komosi Remaja GKI Muara Karang. Ia juga masih gemar bermain gitar, kecuali kalau centilnya sedang kumat dan ia tak mau kuku hasil manikurnya rusak. Novel favoritnya sampai sekarang ini masih Harry Potter, sekarang ditambah serial Shopaholic dan Twiligh. Kecintaannya akan Disney, impiannya untuk bertemu Prince Charming dan hidup bahagia selamanya masih belum pudar. Mendapat beasiswa keluar negeri dan keliling dunia sebelum umurnya 30 tahun adalah ambisinya.
   Teenlit ini menceritakan seorang cewek yang bernama Prity Diana atau yang akrab dipanggil Dee. Dia adalah seorang remaja kelas XII IPA SMA Permata yang sudah bosan berpacaran dengan cowok yang ‘biasa – biasa aja’ seperti mantannya, Elbert. tipe cowok baik-baik—pinter, rajin, jarang keluar—dan yang tak punya kendaraan sendiri. Nah, setelah Elbert lulus dan kuliah di Yogyakarta, saatnya Dee bebas, dan memulai ‘pencarian cowok tajir’-nya. Dia bertekad untuk mencari pacar dengan kriteria: tajir, punya mobil keren, tinggi dan romantis. Dia hanya seorang anak tunggal dari ayah yang bekerja sebagai karyawan pemasaran dan ibunya yang bekerja di salah satu pabrik biskuit. Dia memiliki tetangga sekaligus sahabat kecilnya yang bernama Stefan. Ayahnya Stefan, Om Hermawan begitu getol menjodohkannya dengan anaknya sehingga membuatnya merasa terganggu. 
   Di sekolah, Dee termasuk anak yang pintar dan ceria. Ia memiliki 2 orang sahabat cewek, yaitu Sandra dan Liana. Dee juga berteman akrab dengan Tutut dan Anthony. Diam-diam, Dee naksir dengan Tommy, salah satu teman seangkatannya. Ia senang sekali saat dipasangkan dengan Tommy menjadi salah satu crew di acara sekolahnya. 
   Akhirnya Disaat ulang tahun Ane, salah satu teman kelasnya, Dee berkenalan dengan sepupu temannya itu yang bernama Rendy Alexander yang terlihat menawan, tinggi, keren, tajir, pendidikan ‘bagus’ (kuliah di UI yang pasti mahal), punya mobil Altis, lulusan SMA Cahaya Harapan yang terkenal dengan murid-muridnya yang berdompet tebal. Dari situ bisa disimpulkan, Rendy sangat kaya raya. Sejak awal, Dee sudah naksir dengan Rendy. 
Bahagia untuk Dee, karena pertemuan itu nggak sampai di situ aja. Rendy datang ke sekolahnya untuk menonton Permata Cup, sering mengajaknya jalan-jalan, hingga suatu hari Rendy mengganti panggilan ‘gue-elo’ dengan ‘aku-kamu’—yang pasti bikin cewek manapun berharap lebih!

Kejadian membahagiakan nggak cuma sampai di situ. Akhirnya, ia resmi menjadi pacarnya Rendy. Bahkan berkenalan dengan keluarganya, termasuk tante Deviana, ibu tiri Rendy. Lama kelamaan pun, Dee mulai merasakan, bahwa cintanya untuk Rendy adalah tulus. Mengesampingkan fakta bahwa cowok itu tajir, seperti kriteria yang diinginkannya selama ini, Dee perlahan menyayangi cowok itu.

Tapi, yang namanya roda kehidupan, nggak selalu ada di atas. Ada kalanya berada di bawah. Setelah semua kejadian manis yang bikin Dee bagai melayang ke awan, ia harus dihempaskan ke tanah saat dihadapi pada sebuah kenyataan tentang Rendy. Sepupunya, Steffani menceritakan sahabatnya sekaligus mantan Rendy, Mitzy yang udah diperas sama Rendy dengan membelikannya stik billyard yang mahal. Suatu hari juga, sahabat kecilnya Stefan mengajaknya ke suatu tempat yang ternyata adalah lokasi rumah duka ibu tiri Rendy. Disana dia bertemu dengan ibu kandung Rendy, tante Nadia. Tante Nadia menceritakan masa lalu keluarga Rendy dengan Dee dan semakin memperkuat kenyataan Rendy itu matrealistis.
Dee mau nggak mau harus bertahan, mempercayai Rendy sepenuhnya. Apalagi ketika dirasanya, cintanya untuk Rendy sudah tumbuh dan membesar dengan tulus, mengesampingkan mimpi Dee berpacaran dengan cowok tajir. Namun, pergulatan batin yang terjadi didalam diri Dee membuat Dee tak bisa bertahan. Dia berniat mengundang Rendy ke pesta ulang tahunnya. Di hari ulang tahunnya, ternyata Rendy sama sekali tak datang dan membuatnya bertekad untuk tidak menemuinya lagi. 
   Selesai pesta, dia mendapatkan telepon dari Rendy. Ternyata, Rendy menelponnya hanya untuk memintanya putus. Akhirnya mereka pun putus. Pelan – pelan, Dee mulai menerima kehadiran Stefan didalam hidupnya. Dia pun memilih untuk kuliah di Singapura mengambil jurusan psikologi. Beberapa jam sebelum kepergian Dee ke Singapura, Dee akhirnya tahu bahwa selama ini Stefan mendekatinya hanya untuk mengambil kekayaannya karena ayah Dee merupakan pemilik perusahaan kartu ucapan ‘Crown’ dari ibunya. Dia pun, menemukan kejutan di iPod miliknya karena didalamnya ada video pendek dari Rendy. Akhirnya, Dee pun kembali bersama Rendy.
   Cerita yang bertemakan kehidupan keseharian remaja SMA ini Gaya bahasa dan alurnya mengalir sehingga enak dibaca. Sebagai tambahan, terdapat dua ilustrasi dalam yang dibuat oleh Sandra Puspita K., satu tentang rencana makeover Dee (halaman 16), dan satu lagi merupakan rancangan gaun pesta sweet seventeen Dee (hal. 153). Di samping itu, penggunaan petikan lirik lagu sebagai judul chapter juga bagus. Sepertinya, Debbie sudah merancang betul bagian lirik mana yang akan ia gunakan untuk dijadikan judul bab, dan hasilnya, petikan itu benar-benar menggambarkan esensi dari bab. Misalnya bab delapan (hal. 116). Bab itu menceritakan saat Dee diberi tahu bahwa Rendy adalah cowok matre, dan Debbie sang pengarang menggunakan lirik ini: "Now I know that you're not my fairy tale" yang merupakan sitiran lagu When There was Me and You (ada penjelasannya di setiap bab, btw, jadi saya bukanlah berpengatahuan luas). Bab 12 (hal, 180) juga; saat Debbie mengadakan acara perpisahan di Bali bersama teman-temannya, Debbie menyitir lirik That's What Friends are For dari Stevie Wonder : "Knowing you can always count on me, for sure. That's what friens are for.". Selain itu deskripsinya juga begitu detail. Saya selalu beranggapan bahwa deskripsi yang bagus adalah yang memuat specificity, dan saya menemukan itu di novel ini. Debbie dengan eksplisit menyebutkan berbagai jenis lokasi, toko, merek barang, lagu, adegan buku atau film, dan bahkan menu makanan. dengan alokasi halaman yang sebejibun itu, Debbie sukses membangun konflik. Dinamika konflik juga dibarengi dengan berbagai kejadian (alur), jadi tak monoton. Alurnya pun tak melompat – lompat sehingga pembaca tak bingung dalam membacanya.
   Sayangnya, novel ini sepertinya terlalu mendiskreditkan jurusan IPS. Bukan masalah besar sebenarnya, tapi tetap saja ada perasaan tidak enak hati saat membacanya. Huruf didalam novel pun terkesan kecil sehingga dapat membuat mata mudah capai.
   Walau novel ini masih memiliki beberapa kekurangan, tetapi novel ini memang pantas dimiliki dan dinikmati terutama oleh remaja – remaja yang hobi membaca novel seperti ini. Novel ini sungguh menarik dan yang pasti anda tak akan menyesal karena sudah membacanya.



Resensator

Wednesday, April 13, 2011

Nano - Nano SIXTEEN! (asem, manis, PAHIT!!)

Happy birthday buat aku.
Sweet sixteen yang gak sweet sweet banget. hehe.... aku bikin post ini ditengah tengah nungguin acc fb aku yang kedua yang sialnya dikunci sama si Mark Zuckerberg itu-____-. Well, aku gak tau ini ulang tahun yang menyenangkan atau gak. Karena ulang tahun kali ini emang penuh derai mata....

Tanggal 12 April 2011...
Eyang dateng sore jam setengah 4. Tadinya papa sama aku mau jemput eyang yang di bandara tapi ternyata eyang malah naik taksi sendiri dan akhirnya selamat sampe ditujuan. Jujur aki gak tau gimana mau nge ekspresiin semuanya. Eyang dateng itu antara senang dan sedih. Aku seneng karena akhirnya bisa ngeliat muka eyang lagi secara dekat. Sedihnya karena aku jadi inget kisah kisah yang terjadi sebelum hari ini. Kisah PEDIH sebelum hari ini. PILU :'). Eyang ngasih kado buat aku. kadonya buku "Anak Penjinak Angin", Jam tangan hitam, kalung pasangan dan sepatu adidas warna putih emas. habis itu, menjelang maghrib kami di antar ke hotel baru, GUEST HOUSE. Malamnya kami baru di jemput lagi sama papa, mama dan detara. Papa sama mama ngajak makan malam soto Banjar yang khas sini di rumah makan "BASUN". Jauh lebih enak daripada di "ANANG" situ. Abis itu kita kembali kehotel. THANKS FOR THE BEAUTIFUL DINE :'). Malamnya, aku dan eyang cerita banyaaaaaaak banget :) sambil twitteran. Haha...., BEAUTIFUL NIGHT.

Tanggal 13 April 2011... 
Happy birthday to me... okay, hari ini hari pertama aku 16 tahun. THANKS GOD! :'). Pagi itu yang pertama kali ngucapin "Happy Birthday" itu eyang yang ada di depanku. Tentu aku seneng banget. Tapi, kayaknya perayaan itu harus digeser karena aku harus masuk sekolah! Langsung aja deh aku mandi pake air anget, pake seragam sekolah dan akhirnya nunggu sarapan jam 7 pas. Aku sarapan berdua bareng eyang sekalian menyusun rencana hari ini. dan aku pikir hari ini pulang jam 10. ternyata jam 12. Gak ada yang spesial pas di sekolah kecuali temen temen yang ketipu sama Laili dan Bu Suparti yang ngucapin "Selamat Ulang Tahun". Makasih Ibu :'). Pulangnya, aku kabur dari jam nyapu bareng Khulud dan Desi. Desi di jemput duluan, jadinya aku nungguin Khulud. Aku ngobrol gak penting sama si Khulud hehe, sampe dia dijemput dan aku pulang naik angkot. Aku pulang ke rumah. Ganti baju, makan baru diajak eyang balik. Sebelumnya, eyang ngajak makan di soto "ANANG" baru kami naik angkot ke hotel. Jam setengah 4, kami baru dijemput dan pergi ke pantai pribadi. Pas nyampenya udah jam 6 dan hampir gelap gulita. Kami cuma sebentar aja disana soalnya abis itu pulang. Kami nyampe dirumah jam setengah 12. Wah, ngantuk banget! THANKS FOR THE BEAUTIFUL NITE :').

Tanggal 14 April 2011...
Ini hari terakhir eyang di kalsel. Sama sekali gak ada plan buat hari ini. Dan untungnya juga sekolah aku libur. Aku sama eyang bisa tidur sampe siang. Bahkan eyang masih males malesan sampe jam 9. Karena eyang tau aku bosan, eyang ngajak aku ke pasar buat makan. Nah, kebetulan di pasar kami ketemu makanan yang gak pake saos merah. Akhirnya kami mesan 1 udang, 2 porsi patin + lalapan dan 1 mangkok keong :). Eyang gasuka keongnya, jadinya aku yang makan walau gak abis juga. haha.... Abis itu kami keliling pasar dan ketemu gerobak yang ngejual amplang yang enak dan akhirnya eyang borong 6 plastik. Langsung deh kita balik ke hotel, pengen ngadem. Nah, di hotel aku cerita lagi sama eyang ini itu. Eyang nyuruh aku renungin semuanya, "Boleh nyari duit yang banyak. Tapi, itu semua gak bikin kita bahagia, karena bahagia itu bukan dari harta. Tapi dari sini," (nunjuk dada). Dalam hatiku aku mengiyakan perkataan eyang. Bener banget. Percuma banyak duit tapi gak dapet perhatian. Lagi lagi air mataku jatuh ngerenungin ini semua. Ini semua bukan keinginanku. Abis itu, eyang ngepacking barang sedangkan aku foto foto berusaha ngilangin luka di hati. Agak ampuh buat orang yang narsis kayak aku. hehe.... Jam 1 siang, papa ngejemput buat check out dari hotel. Kami balik ke rumah walau aku masih pengen ngadem sama ac lagi. hehe.... Sampe rumah aku ngenet sekalian buka kado dari Mba Indie yang ternyata lampu tidur yang bisa muter eh tapi, rusak! Ya udah mbak Indie janji mau balikin. Terus, aku lanjutin ngenet sampe akhirnya jam 5. Papa tutup toko dan kami semua nganter eyang ke bandara. Karena aku ngambek, aku minta dunkin donnut dan dibeliin. Eh pulangnya de Tara minta soto banjar "BASUN" dan papa sama mama mau beli tv di "UFO". Pulangnya, mba Indie sms, mau ngajak nuker kadonya. Ya udah aku pulangnya langsung mandi dan siap siap baru sms mba Indie. Kami ke Sherina yang ada di simpang empat. Masih yang lampu tidur cantiiik banget. THANKS MBA' INDIE :').

Ramalan:



Your Personality Motivator Card
Like your Astrological Sign, you have a Tarot Trump (Major Arcana) card that is assigned to you for life according to your birth date. This life card describes who you are to the outside world, your tendencies, personality type, potential, challenges, motivations, expectations, or how others may see you. We refer to it as your Personality Motivator Card (PMC).

(Upright) You may take your responsibilities, obligations, or commitments very seriously and command respect, if not a bit of fear. A desire to protect, mentor, and support those you love could cause stress, keep you from being spontaneous, or reflect outdated beliefs about men and women. You may have little tolerance for frivolous activities, believing you need to be the solid, dependable one, and while fatherhood or single-parenthood may agree with you, a tendency to be too aggressive, strict, or overly indulgent could keep you from enjoying those under your care or roof. It is not a sign of weakness to show your feelings or fears. Lighten up once in a while; you don't have to shoulder the burden alone.

(Reversed) Issues of control, power, lust, or pride could cause you to misuse your position, make excuses, indulge selfish urges, or avoid obligations. Being unavailable, distant, or unsupportive is a powerful, but negative influence, and has consequences on those who rely on you. You might have been taught that to show emotion or let your guard down is to be weak, or that the only way to get respect, or be "King of the Castle" is through intimidation, fear, or violence. This is a mistake, for you have the potential to protect, mentor, or have a lasting impact on others, and if you get beyond your own ego, loss, or insecurities, or accept your own father's shortcomings, you can turn things around. It's not too late.

Emperor
 
Your Annual Development Card
Your growth and development cards for the current year and your lifetime describe some of the positive and negative influences, possibilities, issues, or even people with whom you may come in contact, or that could have an effect on you throughout the course of each year. We call these your Annual Development Cards (ADCs).

(Upright) This year you may have the ability to see things from various points of view, or to consider what others think or want before making a decision or passing judgment, but your empathy could lead to issues with motivation, sincerity, or commitment. Being indecisive, overly agreeable, or unsure might come from not wanting to hurt other people's feelings, or from trying to please everyone, and you might act like a martyr or make sure that everyone else is aware of your sacrifices. Over the course of this year, you could have a tendency to worry too much about what other people think, pretend to be a "goody-goody," or be afraid to make waves, causing you to justify going along with the prescribed beliefs or behaviors in order to avoid having an opinion or taking responsibility for you choices.

(Reversed) This year could find you unwilling to see another person's point of view, but you may also refuse to go along just because of what others might think, or, when unavoidable, cop an attitude, roll your eyes, turn, and smile. You may become quite opinionated, stubborn, and lack pretense, but thriving on confrontation, your ego could cause you to be inflexible, rigid, or lack the willingness to compromise, or sacrifice any ground. You'll want what you want, and may resort to false flattery, deceit, disguise, feigned empathy, or play the innocent to get your way. Compassion or developing communication skills can enable you to get what you desire without trickery, so this year, learn to stand up for what you believe in, and think for yourself.


Hanged Man
 
Your Life Lesson Card
Your Life Lesson Card (LLC) suggests possible opportunities, obstacles, challenges or influences that may repeat themselves or develop into patterns over the course of your lifetime. The lessons are often presented in phases or cycles at various levels of experience, and depending upon your faith, they can sometimes represent a purpose for this incarnation. View this card in relation to your PMC and ADCs in order to gain insight on how to best integrate these lessons into your life for maximum personal growth, happiness, or achievement.

Friday, August 27, 2010

hello!!! blog!! aku kangen! xD...
Belakangan ini aku sibuk banget!! kangen! jadi ga sempet ngetik di blog lagi deh!!! :)
sekarang aku jadi anak SMA!!! :D
yah, walau bukan SMA yang kuinginkan, tapi tetep SBI dong :))... sekarang aku masuk SMAMA atau SMA NEGERI 1 Martapura :).
tadinya sih aku agak kecewa aku cuma bisa masuk smama... jauh dari apa yang ada dipikiranku. dipikiran awalku sih, "GIMANA TAMPANGKU MEMAKAI JILBAB?" asli aku ga bisa ngebayangin gimana aku nanti pake jilbab sehari hari... tapi itu dulu :D.
SEKARANG..., aku udah bisa masang jilbab sendiri.. awalnya sih emang acak adul.. ahahaha :D wajar sajalah, HARAP DIMAKLUMI karena SMP saya jarang pake jilbab ..! hari Sabtu saja yang wajib jilbab saya lepas. wakakak.. (TAK PATUT DICONTOH SAUDARA SAUDARA).
Di SMA, aku dapet temen baru dong! (yaiyalah!!) ada juga sih dari SPENSA BJB, tapi dikiiiiiiit :D. mana aku sendirian yang dari SPENSA BJB lagi ._. aku sendirian di X-4.. hiks.... -________-"
dikelas tuh asik asik, cowoknya ada yang ganteng juga loh... si anu ganteng , si itu pinter, (anu? itu?)
yang dari spensa kebanyakan di 10.1 deh -__-" hua hua aku iriiiii... (lho?)
zizah sama desi di 10.1, sedangkan eka di 10.6...


hem, hem bagaimana kah saya nanti?? liat saja -___-"

Saturday, April 24, 2010

SMAMA oh SMAMAAAA ... :p

Hari ini aku daftar Smama (SMA 1 mtp), nilainya dikit lagi nyampe :( semoga aja masuk cadangan and bisa tetep masuk kesana. karena aku kesana untuk mengejar cinta seseorang kalo benar dia mencintaiku :). amiiin :D 
Selain hal itu, aku juga mau mengejar impian ku main sepak bola ke brazil (loh? captain tsubasa dong?!) aku cuma mau mengejar impian ku melanjutkan sekolah ke Australia!! amin...
Aku sekolah di SMAMA juga karena aku pengen jauh jauh dari yang namanya Farid. sekali lagi, FARID!! telinga gue sampai budeg tiap hari di sorakin mulu kayak gitu. aku ga suka sama dia. aku cuma suka orang yang lagi kukejar sekarang ini :). semoga dia mau menerimaku apa adanya :).
Mamaku juga nyuruh aku sekolah di SMAMA karena satu hal : supaya aku kurus. karena jalan kaki terus, kan tinggal nyebrang aja kata Mama. =.=" kejam amat yak jadi ibu. huhuhu :'( tapi ga apa apalaah..., demi orang yang kusuka, aku rela kok :).
Mr.Anas, guru private ku juga nyuruh aku masuk SMAMA aja. katanya, kalo aku masuk SMAMA, aku bakalan diajarin jadi thebatter (bener ga sih, tulisannya?). ya itu bisa ningkatin kemampuan bahasa inggris aku sebagai bekal masa depan bangsa (janji siswa ini, mah!), sebagai masa depan aku kuliah (insya allah) di Australia nanti. amin!!
Yah, teman temanku banyak yang di SMANSA sih, tapi hatiku tetep di SMAMA. Selain pengen nyari suasana baru, teman baru, lembar baru, gebetan baru, pacar baru, tetep hatiku sama dia kok :'). tadi, pas pendaftaran aku ngeliat beberapa teman SD aku. mukanya sih, familiar. banget, malah. tapi aku malah lupa siapa aja mereka. kami sempat juga liat liat-an. hehehe..., maaf ya teman :).
Hehe..., bye :) teman ...